Thursday, February 22, 2007

malam ini terasa dingin, angin mengiris rasa sembilu pada tulang-tulang yang tegar berdiri. aku sendiri tak tahu yang kurasa, hanya kerinduan semata akan apa yang ingin kunyatakan tapi entahlah semua kata-kata itu terasa lenyap, ketika cerminan hati ada pada bayang pelupuk mata dan ketika akhirnya aku hanya mampu untuk menghela napas, ...

phnom penh, 2 februari 2007

No comments: