aku membayangkan seandainya kau adalah belahan jiwaku, mungkinkah aku bahagia ?ini semua hanya terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?
pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,
entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...
aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,
phnom penh, 01 september 2006
Thursday, February 22, 2007
Subscribe to:
Post Comments (Atom)

No comments:
Post a Comment