Thursday, February 22, 2007

ijinkan aku untuk kembali
menguntai kehidupanku sekali lag
imengulangi dari awal
menjalin rantai-rantai kebajikan
meninggalkan kebodohan-kebodohan

ijinkan aku untuk kembali
sekali ini saja ..
kini aku coba melangkah lagi
meniti titian pematang kehidupan
pada sepenggalah senja
ketika cakrawala jingga meronakan hidup

kini aku coba melangkah lagi
meniti kehidupanku kembali
satu
demi
satu
dan diri pun merejam dendam
pada kegulanaan dan kegelapan sang dewa malam
cekikik sinikal dewi bulan
tak lagi mampu menghentikan derai air mata

dalam kebohongan semata kau lakukan
dalam kebohongan semata kau tega
aku membayangkan seandainya kau adalah belahan jiwaku, mungkinkah aku bahagia ?ini semua hanya terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?

pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,

entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...

aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,


phnom penh, 01 september 2006
ketika mata bertatap
ketika senyum bertukar
ketika tangan menjabat

ada sepercik harap, ...
malam itu hingar bingar musik dan suara obrolan orang seolah tak menganggu tatapan mata kita, aku tersenyum dan aku menunduk, kau masih ingat padaku dan aku terperangah bahwa pada satu titik akhirnya kita bertemu, bertegur sapa, berkenalan, bicara ...

malam itu aku selalu mengingatmu dan selalu membayangkan wajahmu. andai pada satu saat nanti aku dapat memelukmu, akan kudekap dan tak kulepas seperti lagu-lagu roman katakan pada setiap baitnya, ...

malam itu aku selalu mengingat gaya kikukmu ketika kita bertemu kembali dan kemudian tak banyak kata dan bicara namun seolah-olah kita menikmati keheningan milik kita bersama ... ah .. seandainya saja aku dapat memelukmu ...
malam ini terasa dingin, angin mengiris rasa sembilu pada tulang-tulang yang tegar berdiri. aku sendiri tak tahu yang kurasa, hanya kerinduan semata akan apa yang ingin kunyatakan tapi entahlah semua kata-kata itu terasa lenyap, ketika cerminan hati ada pada bayang pelupuk mata dan ketika akhirnya aku hanya mampu untuk menghela napas, ...

phnom penh, 2 februari 2007
the empty chairs with the glass half empty,
the loneliness of the night in a quiet living room
and three glasses of red wine ..,
as the pale moonligh brightens shyly
and the wind breezes
whispering the emptiness of soul
love hurts, ..

Wednesday, February 21, 2007

kebimbangan

dan ketika lagu keraguan kembali merasuk
gulana jiwa menggonjang-ganjingkan sukma nelangsa
adakah cinta kan datang kali ini ?
ataukah kembali keraguan tersenyum dan mengetuk pintu kembali ?
entahlah ..

phnom penh, 21 februari 2007, 10.09 pm