dan luka itu mengering
mematikan rasa
pada jiwa kesepian
gundah mendera
gulana merajam
sembilu hati tak lagi miliki asa
lumpuh
Friday, September 4, 2009
Thursday, October 9, 2008
sedikit demi sedikit
hilang terkikis
sedikit demi sedikit
hilang tak berbekas
amarah, nafsu, kekesalan
menjadi suatu pilanan
indah
adakah cinta tersisa ?
adakah sayang tertinggal ?
dan
adakah kasih menanti ?
sedikit demi sedikit
pilanan indah itu
berubah
menjadi suatu benang kusut
tak menentu
tak tahu ujung
asa
doa
adalah kunci saat ini
hilang terkikis
sedikit demi sedikit
hilang tak berbekas
amarah, nafsu, kekesalan
menjadi suatu pilanan
indah
adakah cinta tersisa ?
adakah sayang tertinggal ?
dan
adakah kasih menanti ?
sedikit demi sedikit
pilanan indah itu
berubah
menjadi suatu benang kusut
tak menentu
tak tahu ujung
asa
doa
adalah kunci saat ini
Thursday, February 22, 2007
aku membayangkan seandainya kau adalah belahan jiwaku, mungkinkah aku bahagia ?ini semua hanya terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?
pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,
entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...
aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,
phnom penh, 01 september 2006
pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,
entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...
aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,
phnom penh, 01 september 2006
Subscribe to:
Comments (Atom)
