Friday, September 4, 2009

dan luka itu mengering
mematikan rasa
pada jiwa kesepian

gundah mendera
gulana merajam
sembilu hati tak lagi miliki asa

lumpuh

Thursday, October 9, 2008

sedikit demi sedikit
hilang terkikis
sedikit demi sedikit
hilang tak berbekas

amarah, nafsu, kekesalan
menjadi suatu pilanan
indah

adakah cinta tersisa ?
adakah sayang tertinggal ?
dan
adakah kasih menanti ?

sedikit demi sedikit
pilanan indah itu
berubah
menjadi suatu benang kusut
tak menentu
tak tahu ujung

asa
doa
adalah kunci saat ini
dendam
amarah
prasangka
kesal
kangen

sekumpulan kata yang hanya membawa ..
kegamangan .... gundah gulana ...

asa
harapan
cita
cinta
sayang

sekumpulan kata yang membawa
kenikmatan dan bahagia

Thursday, February 22, 2007

ijinkan aku untuk kembali
menguntai kehidupanku sekali lag
imengulangi dari awal
menjalin rantai-rantai kebajikan
meninggalkan kebodohan-kebodohan

ijinkan aku untuk kembali
sekali ini saja ..
kini aku coba melangkah lagi
meniti titian pematang kehidupan
pada sepenggalah senja
ketika cakrawala jingga meronakan hidup

kini aku coba melangkah lagi
meniti kehidupanku kembali
satu
demi
satu
dan diri pun merejam dendam
pada kegulanaan dan kegelapan sang dewa malam
cekikik sinikal dewi bulan
tak lagi mampu menghentikan derai air mata

dalam kebohongan semata kau lakukan
dalam kebohongan semata kau tega
aku membayangkan seandainya kau adalah belahan jiwaku, mungkinkah aku bahagia ?ini semua hanya terbetik pada satu titik, mungkin kita bertemu pada waktu yang salah atau kita memang tidak ditakdirkan bersama ?

pertemuan itu sesaat, tak ada kesan, tak ada tukar nomor telepon, tak ada tukar apa pun, kecuali satu hal bahwa aku memberimu alamat surat elektronikku, tapi aku yakin bahwa kau tak akan peduli dengan itu,

entah kenapa debar desir jantungku acap kali aku mengingatmu dan kini kupandangi photomu tanpa daya, ...

aku tahu aku bodoh tapi aku tak kuasa menolak rasa itu,


phnom penh, 01 september 2006